MEMBUAT PROGRAM KERJA
PR. TAJID FII SABILILLAH GORONTALO
Pemuda Remaja Pencinta Masjid (PR. TAJID) Fii Sabilillah sebagai lembaga independent yang memiliki tujuan filosofis untuk membentuk generasi muda yang berakidah mantap, berakhlak mulia, memiliki intelektual tinggi dan keterampilan hidup (Life Skill) serta berguna bagi agama nusa dan bangsa
Pembuatan program kerja PR. TAJID ini memiliki sasaran yang hendak di capai meliputi tiga tujuan utama dari PR. TAJID yaitu :
1. Memakmurkan masjid
2. Membekali Pemudadan Remaja dengan keterampilan hidup
3. Mengajak pemuda dan remaja mencintai seni islam
Pencapaian ke tiga sasaran aktifitas tersebut akan diuraikan dalam satuan program kerja dengan perincian sebagai berikut :
A. Penyusunan Program Kerja
1) Landasan Kerja
Penyusunan program untuk pertama kalinya diatur melalui satu landasan program yang telah disepakati dalam musyawarah Dewan Pendiri dan untuk selanjutnya akan diatur dalam Rapat Kerja Pengurus atas rekomendasi Majelis Istisyari Wattafkir (MASYKIR). Landasan program yang telah di atur diatas merupakan pijakan bagi pengurus untuk merencanakan suatu kegiatan.
Dalam landasan program kerja di atas memuat program Jangka Pendek, Jangka Menengah dan Jangka Panjang serta Arahan Kegiatan.
Program Jangka Panjang memberikan arahan kepada pengurus tentang tujuan yang akan di capai melalui serangkaian program selama periode kepengurusan. Sdang Program Jangka Pendek memberikan arahan tentang pencapaian tujuan melalui program yang disusun selama satu periode. Jadi program kerja yang dirumuskan oleh pengurus pada dasarnya adalah penjabaran dari arahan program yang terdapat dalam program Jangka Pendek dan penjabarannya bersifat teknis operasional. Sedangkan arahan kegiatan berisi prioritas program yang akan dilaksanakan.
Adapun yang merumuskan dan menetapkan landasan program kerja adalah Majelis tertinggi yang disebut Majelis Istisyari Wattafkir yang merupakan majelis pertimbangan Pemuda Remaja Pencinta Masjid Fii Sabilillah. Majelis inilah yang memberikan wewenang kepada pengurus untuk melakukan tugas organisai dalam rangka pencapaian yang digariskan dalam landasan program kerja yang telah ditetapkan.
2) Prosedur Penyesuaian Program
Penyusunan program kerja disusun berdasarkan prosedur penyusunan dari atas ke bawah, artinya Ketua Umum memberikan arahan kepada ketua Bidang tentang hal-hal yang harus di capai pada periode tertentu. Arahan ketua umum mengacu pada pokok-pokok pikiran yang telah tertulis dalam landasan program kerja, arahan tersebut diterjemahkan oleh masing-masing ketua Bidang dan menjadi arahan Bidang. Pada akhirnya Ketua Bidang berserta Anggota menterjemahkan dalam bentuk arahan kegiatan. Untukkan memudah pemahaman atas uraian di atas dapat dilihat dalam alur berikut :
Arahan LPK
Program Pemuda Remaja Pencinta Masjid disusun oleh pengurus dalam suatu rapat kerja pengurus sekali dalam satu tahun yang dipimpin oleh ketua umum selama satu tahun suatu program di tinjau kembali kelayakannya selain memperhatikan arahan ketua Umum, Ketua-Ketua Bidang bersama anggotanya juga memperhatikan pada hasil evaluasi triwulan yang dilakukan tiap 3 bulan.
3) Kalender Kegiatan
Kalender kegiatan disusun untuk jangka waktu satu tahun oleh Ketua Umum beserta Ketua Bidang dalam Rapat Kerja Pengurus sebagai bahan untuk menyusun kalender kegiatan. Oleh Karena itu semua Bidang menyampaiakan hasil rapat bidang pada Rapat Pengurus Lengkap di masing-masing tingkatan untuk didiskusikan dan diputuskan jadwal kegiatan.
B. Pelaksanaan Kegiatan
1. satuan kegiatan berdasarkan materi
a) kemasjidan
Kegiatan yang terselenggara dalam rangka memakmurkan masjid oleh seluruh angota dengan menjadikan masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah islamiyah untuk mewujudkan perssatuan dan kesatuan ummat dalam semangat ukhuwah islamiyyah demi tercapainya ummat yang satu (ummatan wahidah0
b) Akidah dan akhlak
Kegiatan yang terselenggara dalam rangk membangun keilmuan seluruh anggota, sehingga penanaman akidah adalah hal yang utama dan pertama dilakukan oleh remaja masjid atas pembinaan anggota. Penanaman dan pembinaan akidah diarahkan untuk tercapainnya suatu kondisi yang tercermin pada perilaku anggota.
Jadi aktifitas yang bersifat diniyyah (keagamaan) diarahkan pada penanaman dan pembianaan akidah serta pembentukan pribadai yang berakhlak mulia.
c) Keilmuan.
Satuan kegiatan yang bersifat keilmuan merupakan kegiatan yang diusahakan untuk memenuhi kebutuhan anggota dalam rangaka membentuk visi keilmuan anggota PR.TAJID . ruang lingkup kegiatan keilmuan meliputi sosiologis, politis, psikologis, dan dunia Islam kontemporer. Angota diharapkan agar memiliki kepekaan sosial dan wawasan sosial dan menyeluruh sehingga penguasaan terhadap ilmu sosial dapat terpenuhi dan dapat selalu mengikuti perkembangan masyarakat disekitarnya serta dapat ikut terlibat mengatasi segala problem sososial yang ada disekitarnya.
d) Keterampilan
satuan kegiatan keterampilan merupakan kumpulan aktifitas yang diselenggarakan untuk mengupayakan agar anggota memiliki keterampilan dalam hal manejemen organisasi dan menejemen Ketermpilan hidup (life skill). Keterampilan manejemen organisasi diharapkan untuk membina anggota sehingga memiliki keterampilan. Dalam arti kerja tapi dalam pegertian kepemimpinan sehingga diharapkan anggota PR TAJID Fisabilillah dapat memiliki bekal kepemimpinan yang cukup untuk menjadi anggota masyarakat.
e) Kesenian
B. Pelaksanaan Kegiatam
a) Satuan Kegiatan Berdasarkan Waktu
Peyelenggaraan kegiatan PR TAJID Fisabilillah menggunakan satuan waktu tertentu yang diharapkan dengan satuan waktu tersebut dapat memudahkan pengurus untuk megukur keberhasilan yang telah dicapai. Kegiatan yang berdasarkan satuan waktu tersebut dapat memudahkan pengurus untuk mengukur keberhasilan yang telah dicapai. Kegiatan yang berdasarkan satuan waktu dapat dikelompokkan dalam beberapa macam, ada yang tahunan, triwulan, dan mingguan serat harian.
Satuan kegiatan dalam tahunan maksudnya adalah kegiatan yang berlangsung secara berkesinambungan selama satu tahun dan dievaluasi sekali dalam satu tahun. Jadi materi dan frekuensi pertemuan diprogram selama kurun waktu satu tahun, demikian juga untuk satuan kegiatan triwulan dan mingguan.
b) satuan kegiatan berdasarkan sasaran melputi :
1. Tingkat Pendidikan
Anggota PR TAJID F isabilillah mempunyai latar belakang pendidikan yang beragam, ada yang SD, SMP, SMU dan Perguruan Tinggi. Masing-masing memiliki menu kegiatan yang spesifik. Dalam formulasi kegiatan diatur sedemikian rupa sehingga dapat menyesuaikan dengan latar belakang pendidikan masing-masing anggota, maka dalam hal ini anggota akan dikelompokkan berdasarkan latar belakang pendidikan dan dalam pembinaannya dilakukan pembaruan.
2. Fungsi dan Peran
Individu anggota PR TAJID Fisabilillah memiliki fungsi dan peran yang berbeda, ada yang hanya sebagai anggota, pengurus, pembina, penasehat dan penentu kebijakan dalam hal ini Majelis istisyari’ wattafkir. Oleh karena itu adanya perbedaan fungsi dan peran, maka muatan kegiatan yang disediakan untuk mereka tidak sama. Hal ini diharapkan agar kegiatan yang diikuti dapat menunjang tugas dan kewajiban tugas dan kewajiban yang ada pada masing-masing bagian
3. Jenjang Penbinaan
Dalam pembinaan anggota secara umum PR TAJID Fisabilillah mengunakan sistenm berjenjang, yakni anggota dikelompokkan jenjang-jenjang tertentu. Pada setiap jenjang anggota memperoleh sejumlah materi atau mengikuti sejumlah kegiatan yang dikhususkan jenjang tersebut atau pada periode tertentu.
Dalam hal ini anggota dibina dalam 3 jenjang pertama lamanya 3 bulan atau 6 bulan,#
C. Perencanaan Dan Pengawasan
a) Prosedur Perencanaan
Sebagaimana diuraikan diatas bahwa raker (rapat kerja) dilaksanakan sekali dalam setiap satu tahun, maka dapat dipahami betapa mudah dilakukan pengontrolan atas perkembangan dalam kurun satu tahun berikutnya. Prosedur penyusunan program seperti berikut ini : (beserta contoh formatnya)
1) Penyampaian abstraksi program kerja oleh ketua bidang.
2) Pra raker oleh masing-masing bidang.
3) Pengisian lembar program
4) Pengajuan kalender kegiatan
5) Rapat bidang
6) Rapat pengurus lengkap
7) Penyusunan kalender kegiatan
LEMBAR RENCANA KEGIATAN
Nama Kegiatan_______________________________________
Latar Belakan : _______________________________________
: _______________________________________
Tujuan : ¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬-_______________________________________
: _______________________________________
Target : _______________________________________
: _______________________________________
Waktu : _______________________________________
Biaya :_______________________________________
Tempat : _______________________________________
Indikator Keberhasilan : _______________________________________
: _______________________________________
Pelaksana : _______________________________________
Keterampilan : _______________________________________
: _______________________________________
_________________,____
______________________
LEMBAR LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
Nama kegiatan : ____________________________________________
Waktu : ____________________________________________
Pelaksana : ____________________________________________
NO WAKTU KEGIATAN PELAKSANA
______________________
LEMBAR RENCANA ANGGARAN
Nama Kegiatan : _____________________________________________
Waktu : _____________________________________________
Pelaksana : _____________________________________________
NO URAIAN JUMLAH
______________________
b) Prosedur Pengawasan
Adapun prosedur pengawasan adalah melalui laporan tahunan yang disampaikan oleh Ketua Umum PR TAJID Fisabilillah pada rapat rutin tahunan selaian itu pada setiap rapat kerja pengurus maka diutus seorang anggota masykir untuk mengikuti atau memberikan pengarahan dalam rapat kerja pengurus tersebut. Untuk mempermudah pengawasan rapat kerja pengurus diharapkan dapat mengisi lembaran laporan yang berisi hal-hal berikut :
Bab I : pendahuluan
Bab II : perkembangan personalia
Bab III : program yang terlaksana
Bab IV : hambatan
Bab V : penutup
D. Strategi Pendanaan PR TAJID Fisabilillah
Untuk eksisnya keberadaan PR TAJID Fisabilillah maka kegiatan harus mempunyai dana yang cukup. Berbagai strategi pendanaan organisasi bisa dilakukan sesuai dengan kreatifitas dan kondisi anggota, masyarakat dan lingkungan yang ada disekitar masjid setempat.
Beberapa sumber pendanaan yang bisa dilakukan antara lain :
1) Iuran dan sumbangan anggota dan pengurus PR TAJID Fisabilillah,baik secara rutin maupun insidentil setiap ada kegiatan tertentu.
2) Zakat, infaq, shodaqoh, waaf, hibah yang diperoleh dari ummat islam
3) Usaha lain yang Halal dan tidak mengikat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar